Langsung ke konten utama

Sedikit tentang cinta







Cinta yang menumbuhkan harapan, cinta yang menimbulkan kesengsaraan, cinta yang menimbulkan kesediahan, cinta yang membuat bahagia.

Entah apa yang membuat ku terkekang akan drama- drama pikiran yang ku buat sendiri, mengenai cinta yang telah usai, namun perasaan yang kurasa padanya tidak berubah… perasaan itu seperti pasang surut air laut yang kadang meluap dan kadang surut tak tersisa, bukanlah gravitasi bulan yang membuat itu terjadi, seperti halnya pasang surut air laut, entah apa yang menyebabkan itu terjadi...
Melihat lebih jauh terdapat beberapa opsi penyebab rasa itu masih bersemayam di hati ini, mungkin karena keputusan alam bawah sadar yang telah sepakat dengan hati untuk membiarkan rasa itu ada atau juga mungkin belum saatnya rasa itu hilang seperti yang ia katakan mengenai konsepsi waktu dalam jodoh ,yang di analogikan sebagai rasa sayang yang mana memiliki batas waktu nya namun, seberapa lama wktunya? Kita tidak akan tahu..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

der Gast

Sekejap saja terasa... Tak perlu tanda tanya... Tak perlu penyesalan,, Tak perlu pengandaian apalagi kenangan Sekejap yang tak berarti....

Asumsi Negative itu Bersembunyi di Balik Rasis

“Siapa kau? Kau   berbeda dari ku! Aku lebih baik dari mu!   Kau mengambil kekuasaan ku! Ini daerah ku! Pergi kau! Kau buruk!“ Asumsi negativ semakin liar dan menjadi – jadi menghantui hati dengan segala ketakutannya, ia mengangap yang berbeda sebagai ancaman bahkan musuh yang harus dilawan. Asumsi negativ itu bergejolak hebat di dalam dada. Kemudian diterjemahkan menjadi tindakan negativ sebagai  bentuk perlindungan diri dari segala ketakutan dan   ancaman . Ironisnya ketakutan dan ancaman itu diciptakan sendiri. „ Mengapa engkau begitu? Apa aku buruk?mengapa engkau menilaiku dari penampilan ku saja? Apa perbedaan ku dengan mu ini membuatku menjadi rendah dari mu? Hey! Kelahiran tidak bisa memilih!  Pertanyaan itu terus berkembang di pikiran si korban yang menjadi objek dari tindakan negative.Sialnya  korban terkadang kerap terjerat atau mempercayai konstruksi budaya yang sengaja dibuat untuk merendahkan derajat dan martabat si korban ...

Falsafah Perekonomian Etnis Cina di Indonesia

Seperti yang kita ketahui tidak sedikit etnis cina di Indonesia berprofesi sebagai pedagang, pebisnis, baik mikro seperti memiliki usaha warung kelontong yang dapat kita temui di lingkungan sekitar kita maupun, perekonomian makro usaha atau bisnis dalam skala besar. maka, tidak lah heran jika Ada data yang menyebutkan bahwa jumlah etnis cina di Indonesia hanya 7 persen tetapi mereka menguasai hampir 70 persen perekonomian bangsa ini. Sebelum lebih jauh membahas falsafah perkonomian etnis cina di Indonesia, sebaiknya kita memahami dulu apa pengertian dari falsafah, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) falsafah adalah anggapan, gagasan, pandangan hidup dan sikap batin yg paling dasar yg dimiliki oleh orang atau masyarakat;, dan etnis cina   yaitu warga asing telah menjalin kontak dengan nusantara sejak lama, jauh sebelum kolonialisme Portugis merambah Nusantara. jadi falsafah perekonomian etnis cina di Indonesia yaitu pandangan hidup dan sikap batin yang paling dasar ...