Langsung ke konten utama

Dialektika Hati




Aku terjebak di dalam alam pikiran ku sendiri
Ketika kata seandainya, kalau saja,jikalau
Selalu menjadi pembuka di awal kalimat.

Hati terluka begitu perih
Kekhawatiran terlalu mencekam
Dikala membayangkan kemungkinan terburuk

Perasaan indah menjajah hati
 Kebahagiaan menguasai diri
Dikala membayangkan kemungkinan yang terbaik

Kehampaan begitu hambar dihati
 Kebimbangan jiwa yang penuh tanya
Dikala tak satupun ku memikirkan kemungkinan - kemungkinan itu

Tak tau ku mana yang pasti dalam rekaan - rekaan itu
Masa depan hanyalah rahasia Ilahi..

Duhai hati yang selalu begejolak....
Apa yang kau cari? dan apa yang kau mau?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

der Gast

Sekejap saja terasa... Tak perlu tanda tanya... Tak perlu penyesalan,, Tak perlu pengandaian apalagi kenangan Sekejap yang tak berarti....

Asumsi Negative itu Bersembunyi di Balik Rasis

“Siapa kau? Kau   berbeda dari ku! Aku lebih baik dari mu!   Kau mengambil kekuasaan ku! Ini daerah ku! Pergi kau! Kau buruk!“ Asumsi negativ semakin liar dan menjadi – jadi menghantui hati dengan segala ketakutannya, ia mengangap yang berbeda sebagai ancaman bahkan musuh yang harus dilawan. Asumsi negativ itu bergejolak hebat di dalam dada. Kemudian diterjemahkan menjadi tindakan negativ sebagai  bentuk perlindungan diri dari segala ketakutan dan   ancaman . Ironisnya ketakutan dan ancaman itu diciptakan sendiri. „ Mengapa engkau begitu? Apa aku buruk?mengapa engkau menilaiku dari penampilan ku saja? Apa perbedaan ku dengan mu ini membuatku menjadi rendah dari mu? Hey! Kelahiran tidak bisa memilih!  Pertanyaan itu terus berkembang di pikiran si korban yang menjadi objek dari tindakan negative.Sialnya  korban terkadang kerap terjerat atau mempercayai konstruksi budaya yang sengaja dibuat untuk merendahkan derajat dan martabat si korban ...

Falsafah Perekonomian Etnis Cina di Indonesia

Seperti yang kita ketahui tidak sedikit etnis cina di Indonesia berprofesi sebagai pedagang, pebisnis, baik mikro seperti memiliki usaha warung kelontong yang dapat kita temui di lingkungan sekitar kita maupun, perekonomian makro usaha atau bisnis dalam skala besar. maka, tidak lah heran jika Ada data yang menyebutkan bahwa jumlah etnis cina di Indonesia hanya 7 persen tetapi mereka menguasai hampir 70 persen perekonomian bangsa ini. Sebelum lebih jauh membahas falsafah perkonomian etnis cina di Indonesia, sebaiknya kita memahami dulu apa pengertian dari falsafah, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) falsafah adalah anggapan, gagasan, pandangan hidup dan sikap batin yg paling dasar yg dimiliki oleh orang atau masyarakat;, dan etnis cina   yaitu warga asing telah menjalin kontak dengan nusantara sejak lama, jauh sebelum kolonialisme Portugis merambah Nusantara. jadi falsafah perekonomian etnis cina di Indonesia yaitu pandangan hidup dan sikap batin yang paling dasar ...